Kisah Haru Seorang Gadis Bernama Niken
Niken
Yuni Astuti adalah seorang gadis cantik yang berasal dari Wonosari, Gunung
Kidul. Ia menempuh pendidikan jenjang menengah atasanya di SMK N 1 Wonosari. Di
SMK, Niken mengambil jurusan multimedia sebagai jurusan yang ia gandrungi
selama tiga tahun. Niken ini adalah gadis yang rajin, ia selalu tekun dan
dengan penuh semangat dalam menjalani hari-harinya semasa bersekolah di SMK.
Saat Niken berada di tingkat atas, yakni kelas dua belas, ia berniat untuk
melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi. Niken bertekad untuk
meneruskan pendidikannya dengan menenmpuh pendidikan lagi di perkuliahan. Niken
meminta kepada kedua orang tuanya juga sang kakak untuk memberikannya saran
mengenai perkuliahan. Ia bercerita jika setelah lulus dari sekolah menegah, ia
ingin berkuliah. Baik kedua orang tua maupan kakaknya mendukung dengan baik
niatnya.
Pada
saat pengumuman siswa eligible di SMKnya, Niken ternyata termasuk kedalam list
siswa yang menjadi siswa eligible. Siswa Eligible sendiri merupakan sebutan
bagi siswa yang berhak untuk mengikuti Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi
Negeri atau SNMPTN. Niken merasa senang saat mengetahuianya. Dengan segera ia
memberitahu sang kakak dan kedua orang tuanya perihal ia yang menjadi salah
satu siswa yang bisa ikut seleksi masuk perguruan tinggi tanpa menggunakan tes.
Mereka memberikan kebebasan untuk ia memilih universitas dan jurusan yang
diminatinya. Salah satu pilihannya adalah Universitas Negeri Yogyakarta dengan
Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia pada Fakultas Bahasa dan Seni.
Sembari menunggu hari pengumuman seleksi. Niken juga mencoba untuk mengajukan
CV pada beberapa PT, seperti PT Indonesia Anak Hebat. Hal itu Niken lakukan
sebagai bentuk antisipasi apabila ia tidak lolos dalam SNMPTN. Itu juga
merupakan saran dari ayah dan kakaknya.
Tiba
di mana pengumuman SNMPTN akan diumumkan pada hari itu, yakni pada 29 Maret
2022 pada pukul 15:00 WIB tepat. Awalnya, Niken merasa takut untuk membuka
pengumuman itu. Ditambah lagi dengan teman-temannya yang sudah saling memberi
kabar. Kabar yang didapat juga kabar yang kurang baik. Niken bertanya-tanya
pada dirinya sendiri, “Apakah nanti aku akan mendapatkan hasil yang sama dengan
yang didapat oleh teman-temanku? Atau, akankan aku malah akan mendapatkan kabar
yang baik dan sesuai dengan yang kuinginkan?”. Niken terus bertanya dan
memikirkan hal itu. Ia sangat takut jika tak lolos dalam seleksi ini. Mengingat
saingan SNMPTN ini bukan hanya siswa DIY saja, melainkan siswa dari seluruh
penjuru Indonesia. Mereka bertaruh masuk ke PTN yang mereka inginkan. Itulah
yang membuat Niken taku dan cukup pesimis. Ia memilih untuk beribadah terlebih
dahulu serta tak lupa untuk berdoa kepada Tuhan agar ia diloloskan pada seleksi
SNMPTN ini.
Selesai
beribadah, Niken kembali berdoa dan merenung. Sampai akhirnya, ia berani untuk
mecoba membuka pengumuman tersebut. Ketika ia hendak membuka, dengan hati yang
berdebar ia harus memasukan beberapa kode agar pengumuman dapat dibuka dan
dilihat. Namun, kode yang dimasukkannya ternyata merupakan kode yang salah dan
membuatnya panik. Ia mencoba membuka kembali pengumuman tersebut. Kali ini, ia
memasukan kodenya dengan hati-hati dan teliti agar tidak salah lagi. Setelah
pengumuman terbuka dan terlihat, Niken terdiam. Ia terkejut dan seakan tak
percaya dengan hasilnya. Doanya saat ibadah agar diloloskan ternyata dijabah
oleh Tuhan. Niken merasa sangat senang, ia menangis tersedu karena terharu.
Kakaknya yang melihat Niken menangis pun menghampiri dan bertanya, mengapa ia
menangis. Niken kemudian menjelaskan kepada sang kakak bahwa ia lolos dalam
seleksi SNMPTN ini, dan diterima di Universitas Negeri Yogyakarta. Sang Kakak
yang mendengar kabar baik itu merasa senang dan bangga kepada adiknya. Tak
hanya memberitahu sang kakak, Niken juga tak lupa untuk menyampaikan kabar
bahagia ini kepda kedua orang tuanya. Ayahnya memberikan ekspresi yang cukup
datar layaknya kebanyakan ayah yang belum memahami hal yang sedanga terjadi.
Sementara Ibu, memberikan ucapan selamat kepadanya. Niken sangat bersyukur bisa
mendapatkan rejeki dan anugerah ini dari Tuhan.


:(((
BalasHapusSangat menyentuh hati dari kisah niken🥺
BalasHapusSemangat mb niken
BalasHapuskisahnya mirip anaknya tetangga saya🥺
BalasHapusKeren banget jadi niken
BalasHapus